Ketika itu,
dingin menyergap
benak sibuk menghitung
hati penuh dengan asa
tubuh ringkih semakin senja
Ketika itu,
sunyi menyelimuti diri
ingatan melayang
hati terbang
jasmani merintih kelelahan
ketika itu,
sepi hadir
akal sehat terjerembab dunia
menampung keluhan, juga kegelisahan
hati menjadi diam tapi terbang
sujud bersemayam di ujung cakrawala-Nya
Di cakrawala, cahaya menebar pesona. Didalam jiwa, tersimpan cahaya jua. Nur, sepenggal kata, bermakna cahaya. Waktu beranjak, sejarah melintas.
Tuesday, February 06, 2007
PERSIMPANGAN
Manusia menghabiskan usia
mengurai cita-cita
mendaftar keinginan
mengurai kehendak
hingga berjuta-juta
tak tertampung diri
dan lupa, bahwa waktu terbatas
Manusia mengeja diri
menuai bayangan
mencapai semu
membangun rumah pasir
tapi, manusia alpa
membawa bekal hidupnya kemudian
Manusia mengejar mimpi
meraih kehendak-kehendak diri
seakan lupa
jika hidup diatur Kehendak-Nya semata
tapi manusia tak tunduk kehendak-Nya
hingga nestapa diterimanya
mengurai cita-cita
mendaftar keinginan
mengurai kehendak
hingga berjuta-juta
tak tertampung diri
dan lupa, bahwa waktu terbatas
Manusia mengeja diri
menuai bayangan
mencapai semu
membangun rumah pasir
tapi, manusia alpa
membawa bekal hidupnya kemudian
Manusia mengejar mimpi
meraih kehendak-kehendak diri
seakan lupa
jika hidup diatur Kehendak-Nya semata
tapi manusia tak tunduk kehendak-Nya
hingga nestapa diterimanya
Sunday, December 24, 2006
'di, pandanglah dunia
'di, pandanglah dunia
sepertinya makin tua
meski, jika disepuh kembali
dunia nampak muda kembali
'di, pandanglah dunia
bersolek dengan materi
mengenakan pakaian globalisasi
bertopi publikasi ala selebriti
bersepatu tinggi bernama kekuasaan
'di, pandanglah dunia
ruang luas menanam kebajikan
hamparan keta'atan
waktu sisa bernama keyakinan
dengan hanya dua jalan pilihan:
kebaikan dan kejahatan
tak heran, kita selalu di persimpangan
('tuk hadi irwan, sahabat bandung-ppm tea..)
sepertinya makin tua
meski, jika disepuh kembali
dunia nampak muda kembali
'di, pandanglah dunia
bersolek dengan materi
mengenakan pakaian globalisasi
bertopi publikasi ala selebriti
bersepatu tinggi bernama kekuasaan
'di, pandanglah dunia
ruang luas menanam kebajikan
hamparan keta'atan
waktu sisa bernama keyakinan
dengan hanya dua jalan pilihan:
kebaikan dan kejahatan
tak heran, kita selalu di persimpangan
('tuk hadi irwan, sahabat bandung-ppm tea..)
Saturday, December 23, 2006
Satu Ketika Di Ujung Tahun Ottawa
Ujung tahun dua ribu enam
menyiratkan banyak pesona
juga, memendam keperihan dan duka
meski, diam-diam, adanya
Ujung tahun
seringkali berlalu tiada makna
wajah, boleh saja, terlihat riang
bibir, tak lepas dengan semburat tawa
hati, diam, menafsir sejuta makna
Ujung tahun di Ottawa
salju bersikap malu menegur bumi
imajinasi terbang memburu sepi
Di luar, barisan manusia, tidur lelap
di ujung mimpi
menyiratkan banyak pesona
juga, memendam keperihan dan duka
meski, diam-diam, adanya
Ujung tahun
seringkali berlalu tiada makna
wajah, boleh saja, terlihat riang
bibir, tak lepas dengan semburat tawa
hati, diam, menafsir sejuta makna
Ujung tahun di Ottawa
salju bersikap malu menegur bumi
imajinasi terbang memburu sepi
Di luar, barisan manusia, tidur lelap
di ujung mimpi
Poligami
Dunia semakin tak kupahami
pernak-perniknya
menambah istri
menjadi komoditas tersendiri
tren yang tak diselami
manusia lebih senang menggunjingkannya
memilih tidur
membiarkan buta
dalam bunuh diri makna-Nya.
padahal firman sucinya
sedemikian luas dan dalam
mengapa ada 'ruang kecil'
bernama poligami
pernak-perniknya
menambah istri
menjadi komoditas tersendiri
tren yang tak diselami
manusia lebih senang menggunjingkannya
memilih tidur
membiarkan buta
dalam bunuh diri makna-Nya.
padahal firman sucinya
sedemikian luas dan dalam
mengapa ada 'ruang kecil'
bernama poligami
Friday, November 03, 2006
Nikmel, Dirikan Masjid Di Relung-mu

Nikmel,
esok, mentari berwarna jingga
cahaya menelusup ruang hatimu
bahagia menyongsong
adakah mesjid di relung nuranimu
Nikmel,
apa arti dunia bagimu
engkau, aku, kita semua
juga jutaan manusia
berduyun-duyun mengejarnya
keringat menetes
sering air mata membanjir
waktu tertikam
tapi, dunia menjauhi kita
kita kejar dunia
ia makin menjauh dan sering mengkhianati kita
kita coba raih dunia
dunia makin tinggi, bahkan
kerap dunia memperbudak kita
itupun jika tak tahu ilmunya
karena dunia, masa kini
hadir dalam ribuan wajah
Nikmel,
Apa arti istri, suami dan rumah tangga bagimu
apakah kita membangunnya
dengan batu prasangka, jendela kebencian,
atap cemburu, lantai pengkhianatan
pintu kemesraan setengah hati, dan dinding
ketidak-acuhan?
atau kita mendirikannya
dengan batu percaya, jendela kasih-sayang,
atap ketenangan, lantai kesetiaan, pintu kecintaan, dan dinding
kepeduliaan dan saling mengasihi?
Nikmel,
jelaskan padaku, makna anak atau buah hati bagimu
bukankah ia hadir bagaikan guru
mengajarkan banyak butiran hikmah
menjahit masa lalu kita ketika usia sama
bayi
merangkak, berjalan
dan belajar mengeja kata, juga kehidupan
ia, adalah potret kita dahulu
ia, menyadarkan kita
betapa berharganya menjadi 'orang tua'
jantung, seakan jatuh, ketika ia terluka
hati tersayat, ketika ia sedih
mata terasa buta, ketika hidupnya sengsara
telinga terpotong, jika ia membawa kabar duka
Ya, buah hati kita,
guru sejati dengan ribuan makna
Nikmel,
adakah masjid di relung hatimu, juga aku
adakah tempat bersujud di nuranimu, juga aku
dimana
Tuhan menjadi teman
juga tumpuan harapan?
Dimana
Kekasih Allah
Muhammad tlah menjadi rujukan?
Nikmel,
ketika hari keempat
bulan sebelas hinggap
di ujung dua-ribu-enam
sudahkan engkau bangun
mesjid
dalam
hatimu?
aku pun,
sedang belajar
membangunnya
di relung terdalam
--- "special for Niko, amel, dan keponakan kecilku. Meski ultah, jarang kusadari. Kali ini, kuucapkan Met Ultah Mel. Moga Allah mengaruniakan kebaikan untukmu, Niko, dan seluruh keluargamu." -----
Thursday, November 02, 2006
Nik, Sahabat Di Ujung Waktu
Nik,
lintasan waktu, menggoreskan cerita
duka
nestapa
suka
bahagia
juga tanya
Nik,
pedang waktu masa lalu
menuliskan kisah
cemburu
cinta
kisah cinta
untaian benci
juga lautan dosa
Nik,
perjalanan masa silam
mencatat apik
sedikit amal-sholeh
sedikit biji-bijian kebaikan
sedikit butiran pengabdian
sedikit sedekah
sedikit cahaya
tapi
setumpuk keburukan
segunung kesia-siaan
sempit penunaian harta
dan dikelilingi kegelapan
dan bukit-bukit dosa-kemaksiatan
Nik, saatnya tiba
minadzulumati ilan-nuur
hijrah,
dari kegelapan menuju cahaya
Nik, engkaulah salah satu sahabat di ujung waktu
menggapai cakrawala-Nya
-- tuk Niko, SMA5(1986)--
lintasan waktu, menggoreskan cerita
duka
nestapa
suka
bahagia
juga tanya
Nik,
pedang waktu masa lalu
menuliskan kisah
cemburu
cinta
kisah cinta
untaian benci
juga lautan dosa
Nik,
perjalanan masa silam
mencatat apik
sedikit amal-sholeh
sedikit biji-bijian kebaikan
sedikit butiran pengabdian
sedikit sedekah
sedikit cahaya
tapi
setumpuk keburukan
segunung kesia-siaan
sempit penunaian harta
dan dikelilingi kegelapan
dan bukit-bukit dosa-kemaksiatan
Nik, saatnya tiba
minadzulumati ilan-nuur
hijrah,
dari kegelapan menuju cahaya
Nik, engkaulah salah satu sahabat di ujung waktu
menggapai cakrawala-Nya
-- tuk Niko, SMA5(1986)--
Wednesday, November 01, 2006
Ironi Dua
Nafsu
maksiat
keburukan
kejahatan
ketidak-benaran
ketidak-baikan
adalah api yang menghanguskan
lukanya abadi
Ironinya,
mengapa manusia memilih
kebakaran berulang-ulang kali
untuk mengerti betapa panasnya api?
---------
maksiat
keburukan
kejahatan
ketidak-benaran
ketidak-baikan
adalah api yang menghanguskan
lukanya abadi
Ironinya,
mengapa manusia memilih
kebakaran berulang-ulang kali
untuk mengerti betapa panasnya api?
---------
Ironi satu
Utusan Tuhan
datang silih berganti
Kitab suci ditulis
dan diturunkan
agar manusia beranjak
dari kegelapan menuju cahaya
ironinya,
kebanyakan penduduk bumi
tak memahami
apakah karena tak mampu memahami?
atau....tak mau memahami?
-----
datang silih berganti
Kitab suci ditulis
dan diturunkan
agar manusia beranjak
dari kegelapan menuju cahaya
ironinya,
kebanyakan penduduk bumi
tak memahami
apakah karena tak mampu memahami?
atau....tak mau memahami?
-----
Saturday, October 21, 2006
Bersimpuh Di Ujung Ramadhan
Waktu berarak
hari-hari berlari cepat
Dan, untuk kesekian kalinya
ku bersimpuh diujung Ramadhan
Kunikmati maknawi-Nya
Dengan kuhempaskan ego
belajar kubanting dunia
dan akhirnya
kusimpan dalam keranda
Di ujung Ramadhan
Kutemui nafsu
kugauli
kucumbui
dan akhirnya kuajari
agar ia menjadi anak buahku
bukan aku yang menjadi budak nafsuku
diujung Ramadhan
Diajari-Nya Lapar,
agar nafsu lemah-lunglai
sesudah terkapar
nafsu akan merunduk
menuju kelembutan
di ujung Ramadhan
Pun begitu
nafsu tetap membayang di kehidupan
Hingga bersimpuh kembali
di ujung Ramadhan mendatang
Smoga......
-- the end of Ramadhan (22/10/06)--
hari-hari berlari cepat
Dan, untuk kesekian kalinya
ku bersimpuh diujung Ramadhan
Kunikmati maknawi-Nya
Dengan kuhempaskan ego
belajar kubanting dunia
dan akhirnya
kusimpan dalam keranda
Di ujung Ramadhan
Kutemui nafsu
kugauli
kucumbui
dan akhirnya kuajari
agar ia menjadi anak buahku
bukan aku yang menjadi budak nafsuku
diujung Ramadhan
Diajari-Nya Lapar,
agar nafsu lemah-lunglai
sesudah terkapar
nafsu akan merunduk
menuju kelembutan
di ujung Ramadhan
Pun begitu
nafsu tetap membayang di kehidupan
Hingga bersimpuh kembali
di ujung Ramadhan mendatang
Smoga......
-- the end of Ramadhan (22/10/06)--
Friday, October 20, 2006
Tetangga, Keluarga Terdekat
Pagi menyongsong
Siang menatap
Sore, menanti
Malam, menjaga
Senyum, disambut atau didera
Bahagia, disyukuri atau dinista
Duka, disesali atau di-empati
Miskin atau Kaya, dinikmati atau dicela
tergantung menafsirkannya
karena hati, jika tak pandai merawatnya
kerap dalam dilema
yg pasti, jika muncul marabahaya
hidup bergoncang
bahaya mengancam
merekalah yang menyorongkan
tangan pertama
tak heran jika ada sabda
"Tetangga, adalah keluarga terdekatmu"
maka
dekati dan
sebarkan salam kesejahteraan
kepada mereka
21/10/06
Siang menatap
Sore, menanti
Malam, menjaga
Senyum, disambut atau didera
Bahagia, disyukuri atau dinista
Duka, disesali atau di-empati
Miskin atau Kaya, dinikmati atau dicela
tergantung menafsirkannya
karena hati, jika tak pandai merawatnya
kerap dalam dilema
yg pasti, jika muncul marabahaya
hidup bergoncang
bahaya mengancam
merekalah yang menyorongkan
tangan pertama
tak heran jika ada sabda
"Tetangga, adalah keluarga terdekatmu"
maka
dekati dan
sebarkan salam kesejahteraan
kepada mereka
21/10/06
Monday, October 09, 2006
Tentang Wanita
Terpekur, menatap harapan
melintas pertanyaan
sahabat diujung persimpangan
gelisah di kegelapan
tak kuat, melompatlah tanya:
'Ceritakanlah padaku tentang makhluk
bernama wanita?"
udara hampa
menari-nari kata
dihela nafasnya, sambil berkata
"Sampai ajal. engkau tak akan mampu
memahaminya.
Mungkin hanya setengahnya saja. Sebabnya sederhana,
kerna engkau pria, tak pernah jadi wanita".
Nafas memburu, lidahnya kelu
kata dipaksa:
"Dimata wanita. Persoalan sederhana, boleh jadi kompleks.
Sebaliknya, soal serius bisa dipecahkannya
secara sederhana. Tubuhnya ringkih, tapi menyimpan kuasa tak terkira.
Hatinya lembut sering terluka, tapi mudah jatuh kasih. Lidahnya dinamis,
kadang lupa rahasia. Tapi, dengan lidah itu, anak-anak belajar bicara
dan kesabaran darinya. Lainnya: salah satu kenikmatannya sederhana. Temani
Berjalanlah dengannya ke sudut belanja dan berilah komentar jika ia bertanya. Jangan lupa, ajarkan ingat kepada-Nya agar tetap lembut hatinya"
"Sisanya, teguhkan diri
amankan hati
tipiskan kuping.
Dan Lantunkan kata
Laki-laki adalah Qowwamuunaaa atas wanita.
Pelindung, pembimbing dan penentram.
Bukan penguasa atas budaknya."
Ironisnya, pria sering lupa
wibawa terlalu sering dipamerkan
dalam rumah tangga
Sahabat lenyap dalam makna
bertarung dalam nikmat ujian-Nya
Itukah rasa? Smoga
-- tuk, ASJ - Brawijaya --
melintas pertanyaan
sahabat diujung persimpangan
gelisah di kegelapan
tak kuat, melompatlah tanya:
'Ceritakanlah padaku tentang makhluk
bernama wanita?"
udara hampa
menari-nari kata
dihela nafasnya, sambil berkata
"Sampai ajal. engkau tak akan mampu
memahaminya.
Mungkin hanya setengahnya saja. Sebabnya sederhana,
kerna engkau pria, tak pernah jadi wanita".
Nafas memburu, lidahnya kelu
kata dipaksa:
"Dimata wanita. Persoalan sederhana, boleh jadi kompleks.
Sebaliknya, soal serius bisa dipecahkannya
secara sederhana. Tubuhnya ringkih, tapi menyimpan kuasa tak terkira.
Hatinya lembut sering terluka, tapi mudah jatuh kasih. Lidahnya dinamis,
kadang lupa rahasia. Tapi, dengan lidah itu, anak-anak belajar bicara
dan kesabaran darinya. Lainnya: salah satu kenikmatannya sederhana. Temani
Berjalanlah dengannya ke sudut belanja dan berilah komentar jika ia bertanya. Jangan lupa, ajarkan ingat kepada-Nya agar tetap lembut hatinya"
"Sisanya, teguhkan diri
amankan hati
tipiskan kuping.
Dan Lantunkan kata
Laki-laki adalah Qowwamuunaaa atas wanita.
Pelindung, pembimbing dan penentram.
Bukan penguasa atas budaknya."
Ironisnya, pria sering lupa
wibawa terlalu sering dipamerkan
dalam rumah tangga
Sahabat lenyap dalam makna
bertarung dalam nikmat ujian-Nya
Itukah rasa? Smoga
-- tuk, ASJ - Brawijaya --
Ramadhan Lalu, Kini dan Esok
Kusebut puasa
kudeta spiritual
seketika
menghentikan segalanya
Kusebut puasa
perjalanan spiritual tinggi
karena menurut-Nya
hanya IA yang membalas-Nya
Ramadhan lalu
tiada makna
Ramadhan kini
sedikit terbuka
Ramadhan esok
moga mjadi
rumah besar
dalam menunmpuk
gudang hikmah-Nya
kudeta spiritual
seketika
menghentikan segalanya
Kusebut puasa
perjalanan spiritual tinggi
karena menurut-Nya
hanya IA yang membalas-Nya
Ramadhan lalu
tiada makna
Ramadhan kini
sedikit terbuka
Ramadhan esok
moga mjadi
rumah besar
dalam menunmpuk
gudang hikmah-Nya
MUhammad, Puasa
Sahabat datang, tersesat
menghadirkan tanya
kenapa Muhammad
terjamin surga
kutengok ia, senyum dihati
membutuhkan jawab seketika
kuhela napas, dan kurangkai kata
hati-hati
"Siapa pun terjamin surga.
syaratnya sederhana
asal lurus hidupnya"
Sahabatku diam, tak mengira
tapi, hatinya terhibur, sambil berkata
"Ya. kutemukan jawab
dan kegelisahan sirna."
Sebelum sirna, kuberondong kata
"Ia manusia biasa,
cuma...
Tuhan memandunya
dengan surat cinta Illahi.
Menegurnya, jika salah.
Mengingatkannya, jika bengkok.
Membuatnya menjadi nyata, jika berkeinginan.
Menghiburnya, ketika sedih.
Menyediakan jawaban, saat bingung melanda.
Menambahinya hikmah dan ilmu pengetahuan.
karomah-Nya ditaburkan.
Dibocorkan-Nya alam malakut.
menaburinya kasih sayang.
tapi, ia kadang sering lama menunggu wahyu turun".
Sementara kita, manusia belakangan.
lengkap sudah Surat Cinta Illahi itu.
Diparipurnakan melalui Wujud Nur Muhammad
Ironisnya, manusia kerap mengabaikan
Sahabatku diam, merajut pemahaman
aku, diam, menangis dalam hati
aku bagian dari kelompok besar
yang sering mengabaikan
--Ramadhan, 2006--
menghadirkan tanya
kenapa Muhammad
terjamin surga
kutengok ia, senyum dihati
membutuhkan jawab seketika
kuhela napas, dan kurangkai kata
hati-hati
"Siapa pun terjamin surga.
syaratnya sederhana
asal lurus hidupnya"
Sahabatku diam, tak mengira
tapi, hatinya terhibur, sambil berkata
"Ya. kutemukan jawab
dan kegelisahan sirna."
Sebelum sirna, kuberondong kata
"Ia manusia biasa,
cuma...
Tuhan memandunya
dengan surat cinta Illahi.
Menegurnya, jika salah.
Mengingatkannya, jika bengkok.
Membuatnya menjadi nyata, jika berkeinginan.
Menghiburnya, ketika sedih.
Menyediakan jawaban, saat bingung melanda.
Menambahinya hikmah dan ilmu pengetahuan.
karomah-Nya ditaburkan.
Dibocorkan-Nya alam malakut.
menaburinya kasih sayang.
tapi, ia kadang sering lama menunggu wahyu turun".
Sementara kita, manusia belakangan.
lengkap sudah Surat Cinta Illahi itu.
Diparipurnakan melalui Wujud Nur Muhammad
Ironisnya, manusia kerap mengabaikan
Sahabatku diam, merajut pemahaman
aku, diam, menangis dalam hati
aku bagian dari kelompok besar
yang sering mengabaikan
--Ramadhan, 2006--
Tuesday, September 05, 2006
Heran-Nya Ia
Jika saja terbuka
Nampaklah heran-Nya Ia
akan perjalanan manusia
di bumi luas-Nya
Dengan penuh cinta
dilantunkannya ayat kasih-Nya
dikirimi-Nya pertanda dengan bunga
Dihadirkan-Nya beribu perumpamaan,
aneka kisah, tokoh silam, keadaan duka dan bahagia
sehingga bisa diambil hikmah-Nya
Heran-Nya Ia,
manusia membiarkan dirinya
melihat, tapi buta
mendengar, tapi tuli
merasa, tapi tak setia
memuja-Nya, tapi dusta
setengah hati, segalanya
Heran-Nya Ia,
manusia memilih bahagia maya
memanjangkan tangannya
berulang-ulang kesalahannya
menengadahkan kepala
membusungkan dada
merasa penentu, setiap nasibnya
padahal, manusia
kerap kalah
dalam medan perang
didalam dirinya
Nampaklah heran-Nya Ia
akan perjalanan manusia
di bumi luas-Nya
Dengan penuh cinta
dilantunkannya ayat kasih-Nya
dikirimi-Nya pertanda dengan bunga
Dihadirkan-Nya beribu perumpamaan,
aneka kisah, tokoh silam, keadaan duka dan bahagia
sehingga bisa diambil hikmah-Nya
Heran-Nya Ia,
manusia membiarkan dirinya
melihat, tapi buta
mendengar, tapi tuli
merasa, tapi tak setia
memuja-Nya, tapi dusta
setengah hati, segalanya
Heran-Nya Ia,
manusia memilih bahagia maya
memanjangkan tangannya
berulang-ulang kesalahannya
menengadahkan kepala
membusungkan dada
merasa penentu, setiap nasibnya
padahal, manusia
kerap kalah
dalam medan perang
didalam dirinya
Monday, September 04, 2006
Dan Ia
Ia, ada
tapi sering dianggap tiada
Ia, senantiasa hadir
tapi seringkali tak dikunjungi
Ia-lah, segala sumber
tapi, kerap tak didatangi
Ia-lah, Cahaya
Tapi, kebanyakan merasa gelap
Dan Ia
Tumpuan
Dituju
meski jalan terjal
berliku
tapi sering dianggap tiada
Ia, senantiasa hadir
tapi seringkali tak dikunjungi
Ia-lah, segala sumber
tapi, kerap tak didatangi
Ia-lah, Cahaya
Tapi, kebanyakan merasa gelap
Dan Ia
Tumpuan
Dituju
meski jalan terjal
berliku
Thursday, August 17, 2006
MERDEKA DALAM TANYA
Silam, tak ada negara
apalagi Indonesia
tiada dikitab suci, juga agama
menuliskan negara
apalagi Indonesia
kini, betapa penting ia
Masa lalu, hanya ada raja dan punggawa
Majapahit dan nusantara namanya
Soekarno-Hatta memanggulnya
mengereknya ke udara
memecah angkasa
Jadilah Indonesia Raya
Dahulu,
darah, nyawa, airmata bahkan harta
disetor agar merdeka
penjajahan sirna
usai terlaksana, rakyat sukacita
namun, sekejap saja
penjajah mengganti wajahnya
Sang kala,
rakyat masih berduka
merdeka dalam semu belaka
rakyat dalam nestapa
dibajak pemimpin-nya
rakyat mulai murka
hidupnya terpenjara
rakyat sedikit bahagia
disajikan menu demokrasi namanya
rakyat menyongsong suka
telah ada sedikit cahaya
Di muara waktunya,
rakyat sungguh ceria
karena mereka bersandar
hanya pada-Nya
meski kadang berkata
inikah, merdeka dalam tanya?
-------
'rif di DC, smoga tetap ceria
apalagi Indonesia
tiada dikitab suci, juga agama
menuliskan negara
apalagi Indonesia
kini, betapa penting ia
Masa lalu, hanya ada raja dan punggawa
Majapahit dan nusantara namanya
Soekarno-Hatta memanggulnya
mengereknya ke udara
memecah angkasa
Jadilah Indonesia Raya
Dahulu,
darah, nyawa, airmata bahkan harta
disetor agar merdeka
penjajahan sirna
usai terlaksana, rakyat sukacita
namun, sekejap saja
penjajah mengganti wajahnya
Sang kala,
rakyat masih berduka
merdeka dalam semu belaka
rakyat dalam nestapa
dibajak pemimpin-nya
rakyat mulai murka
hidupnya terpenjara
rakyat sedikit bahagia
disajikan menu demokrasi namanya
rakyat menyongsong suka
telah ada sedikit cahaya
Di muara waktunya,
rakyat sungguh ceria
karena mereka bersandar
hanya pada-Nya
meski kadang berkata
inikah, merdeka dalam tanya?
-------
'rif di DC, smoga tetap ceria
Tuesday, August 15, 2006
'NANDA
'Nanda,
engkau adalah tuan guru
ajarkan dunia yang tak slalu biru
tangismu, cermin diriku yang lalu
rangkakmu, ke-tidakberdayaan-ku
'Nanda,
engkau ajarkan butiran hikmah
cahaya matamu, adalah berkah
gelak senyummu, fitrah
aku berdoa
moga engkau tak menjadi fitnah
'Nanda,
duniamu kini, berbeda
engkau dikepung oleh berhala aneka rupa
bahkan, berhala itu hadir di rumah kita
melalui layar-layar kaca
engkau dikepung oleh bayangan
hampa nan nyata
aku berdoa
moga engkau tak celaka
'Nanda
duniamu kini, ringkih
tapi seolah gagah
kebusukan ragam wajah
kejahatan disembunyikan selimut merah
tapi anakku
kuharap hidupmu
duduk bersimpuh, hatimu diam
dan senantiasa memunguti hikmah
di cakrawala
--------
tuk teman dan saudara (!)
engkau adalah tuan guru
ajarkan dunia yang tak slalu biru
tangismu, cermin diriku yang lalu
rangkakmu, ke-tidakberdayaan-ku
'Nanda,
engkau ajarkan butiran hikmah
cahaya matamu, adalah berkah
gelak senyummu, fitrah
aku berdoa
moga engkau tak menjadi fitnah
'Nanda,
duniamu kini, berbeda
engkau dikepung oleh berhala aneka rupa
bahkan, berhala itu hadir di rumah kita
melalui layar-layar kaca
engkau dikepung oleh bayangan
hampa nan nyata
aku berdoa
moga engkau tak celaka
'Nanda
duniamu kini, ringkih
tapi seolah gagah
kebusukan ragam wajah
kejahatan disembunyikan selimut merah
tapi anakku
kuharap hidupmu
duduk bersimpuh, hatimu diam
dan senantiasa memunguti hikmah
di cakrawala
--------
tuk teman dan saudara (!)
Monday, August 14, 2006
BUNDA
Bunda, Justru
ketika engkau ada, aku tiada
ketika cintamu hadir, aku sirna
ketika dekat, aku jauh
dan, akhirnya kusadari
ketika jauh, justru engkau
sangat dekat
Bunda, justru
saat kata semburat, aku lari
airmatamu turun, aku tertawa
wajah khawatir, aku lupa
dan akhirnya, kuinsafi
ketika jauh, bahwa kasihmu
tak terbatas
Bunda, ijinkan
sekarang saatnya juga
mencium punggung tanganmu
kudekat erat wangi tubuhmu
kusapu airmatamu
kurengkuh hatimu dengan bahagia nan cinta
Bunda, dengan penuh asmara
kulantunkan doa
Moga Ia mengasihimu
sama dan serupa dengan kasihmu kepadaku
saat tersimpan dalam rahim
hingga beranjak dewasa
-------
tuk ia di ujung dunia
ketika engkau ada, aku tiada
ketika cintamu hadir, aku sirna
ketika dekat, aku jauh
dan, akhirnya kusadari
ketika jauh, justru engkau
sangat dekat
Bunda, justru
saat kata semburat, aku lari
airmatamu turun, aku tertawa
wajah khawatir, aku lupa
dan akhirnya, kuinsafi
ketika jauh, bahwa kasihmu
tak terbatas
Bunda, ijinkan
sekarang saatnya juga
mencium punggung tanganmu
kudekat erat wangi tubuhmu
kusapu airmatamu
kurengkuh hatimu dengan bahagia nan cinta
Bunda, dengan penuh asmara
kulantunkan doa
Moga Ia mengasihimu
sama dan serupa dengan kasihmu kepadaku
saat tersimpan dalam rahim
hingga beranjak dewasa
-------
tuk ia di ujung dunia
ANTARA IA DAN TIADA
ia melintas cepat, sekerdipan mata
kehadiranny amat singkat, tapi terasa
sorot mata tajam, membuka khilaf lama
kata-katanya menggugat, membongkar rahasia
luka lama, ditampakkannya
nestapa, dirajutnya
derita, dihikmatinya
sesal, dihiburnya
kesadaran, tujuannya
wajahnya memancarkan cahaya
usapan tangannya menghadirkan tanya
'apakah tujuan hidupmu?' katanya
lidahku kelu, hati bergolak dibuatnya
belajar mencari jawabannya
ia, antara ada dan tiada
hinggap di jiwa dengan ukiran sama
sifatnya abadi yakni cahaya
meski badannya ditelan dunia
seuntai doa, dilantunkan untuknya
-----------
special for 'Ki Pengelana', dimanakah ia?
kehadiranny amat singkat, tapi terasa
sorot mata tajam, membuka khilaf lama
kata-katanya menggugat, membongkar rahasia
luka lama, ditampakkannya
nestapa, dirajutnya
derita, dihikmatinya
sesal, dihiburnya
kesadaran, tujuannya
wajahnya memancarkan cahaya
usapan tangannya menghadirkan tanya
'apakah tujuan hidupmu?' katanya
lidahku kelu, hati bergolak dibuatnya
belajar mencari jawabannya
ia, antara ada dan tiada
hinggap di jiwa dengan ukiran sama
sifatnya abadi yakni cahaya
meski badannya ditelan dunia
seuntai doa, dilantunkan untuknya
-----------
special for 'Ki Pengelana', dimanakah ia?
Subscribe to:
Posts (Atom)
