Di cakrawala, cahaya menebar pesona. Didalam jiwa, tersimpan cahaya jua. Nur, sepenggal kata, bermakna cahaya. Waktu beranjak, sejarah melintas.
Friday, July 17, 2009
Kalahkan Resahmu itu
ketika sedih begitu pilu
ketika gelisah mengharu biru
ketika diam termangu
ketika gemuruh amarah menderu
ketika kecewa menderamu
ketika sesal dan kesal kerap menghampirimu
bahkan ketika perasaan miskin mengepungmu
Hidupkah Ia dan Engkau dalam batinmu?
ketika nikmat bahagia menghampirimu
ketika ketenangan sering menyentuhmu
ketika kata banyak terurai darimu
ketika lapang dada dan penuh maaf ditunaikanmu
ketika kesabaran dihamparkanmu
ketika keikhlasan mengiringimu
bahkan ketika anugerah kekayaan memenuhi ruang dan waktumu
Hidupkah Ia dan Engkau dalam batinmu?
mampukah engkau menjadi raja bagi segala perasaanmu?
engkau taklukan
engkau kalahkan
engkau kendalikan
hingga engkau sampai pengertian
bahwa perasaan tak bisa dibiarkan dengan liar dan tak terkendali
dan
engkau kalahkan semua resahmu itu
Friday, July 10, 2009
Jodohmu, Gelisahmu
terkurung waktu, beranjak singgasana
deretan bahagia, tertawa,
lalu berganti gelisah dan duka nestapa
bersimbah airmata
bergonta-ganti tak kenal cuaca
rentang hidup, sejalan usia
kau selami dirimu sendiri
kadang kau pahami
namun lebih sering yang tak kau pahami
bertemu kegelisahan tak berhenti
padahal itu hanya gelisahmu sendiri
rentang hidup, sejalan usia
kau cari jodohmu sendiri
tanpa niat tulus, juga ikatan kudus
kau bongkar-pasang ta'aruf mu
kau ikatkan, untuk kemudian kau putuskan
atas nama cinta dan kesetiaan
juga tiang kasih sayang
lalu limbung dalam ketidak-pahaman
rentang hidup, sejalan usia
kau tanya tentang jodohmu
kau cari
kau kejar
kau rengkuh
dan mendekapnya dalam dada
namun diam-diam kau pahami jua
jodohmu, misteri adanya
rentang hidup, sejalan usia
Kekasih bersabda tentang jodohmu
"Jika pilihan jodoh berdasarkan cantik dan gantengnya,
keduanya akan sirna bersama gesernya ruang dan waktu.
Jika ia berdasarkan kekayaanya, akan diganti
dengan kemiskinannya. Maka,
pilihlah ia dengan pijakan-NYA."
rentang hidup, sejalan usia
kau tanya tentang jodohmu
kujawab dengan tanya
seberapa banyak "syarat keinginan" yang kau rumuskan
bagi calon jodohmu'
seberapa banyak "syarat mutlak" yang kau sematkan
bagi calon jodohmu
rentang hidup, sejalan usia
jodoh memang misteri
tak mungkin disebut misteri, jika mudah dipahami
tak mungkin disebut misteri, jika gampang ditemukan
tak mungkin disebut misteri, jika syarat mutlak dan keinginan terpenuhi
bahkan yang sudah berjodoh, kerap diterpa ketidak-pahamannya
rentang hidup, sejalan usia
jika jodoh, bukan misteri
untuk apa ada doa, gelisah, dan ikhtiar dititahkan
jika jodoh, bukan misteri
untuk apa para Kekasih menitahkan
merawatnya sepanjang waktu
jodoh? misterilah ia.
(cat: 2 RP)
Monday, July 06, 2009
Mencari
kau raih dengan susah payahmu
kau dekap, kau timang-timang
dan jika tak kau syukuri
ia akan menyiksa dirimu sendiri
kau kejar dunia
kau rengkuh dengan kerjakerasmu
kau tumpuk hasilnya, kau pamerkan
kau manfaatkan, atau kau hamburkan
dan jika au tak pahami bagaimana mensyukurinya
segalanya akan menyiksamu
kau buru popularitas
kau peluk dengan tetesan keringat
airmata, bahkan darah
kau pompa publisitasmu
kau merasa berbeda di panggung dunia
dan jika kau tak mengerti bagaimana mensyukurinya
ia akan menenggelamkan dirimu
melenyapkan kesejatiamu sendiri
kau berlari mengejar status,
pangkat, kedudukan
kau angkat tingg-tinggi
dan jika tak kau sadari
bagaimana sebaiknya memperlakukannya
segalanya akan membuatmu
terjerembab dalam kehinaan
kau bangun rumah-rumah pasir
kau susun rumah-rumah kartu
kau tinggalkan yang sejati
kau hina yang mestinya kau cintai
kau benci yang mestinya kau rindukan
itu sama artinya 'belum menjadi manusia'
nan sejati
Friday, July 03, 2009
Siapakah engkau
ketika hidup melewati malam
ketika siang menerawang
ketika embun pagi menyapa
ketika terik mentari memanggang
siapakah engkau
ketika diri menjemput keramaian
sibuk, timbul dan tenggelam
lintang pukang dijebak keinginan
berkerumun dalam kebisingan
terpelanting dalam ketidak-pahaman
siapakah engkau
ketika diam termangu
ketika pikiran melompati waktu
ketika hati berselimut sepi
sunyi dalam keramaian
ramai dalam kesendirian
siapakah engkau
tengok dirimu
lihat hasratmu
pandang kehendakmu
pelajari nafsumu
daftar keinginanmu
dan hidup tak kan cukup waktu
memenuhinya
siapakah engkau
cat: temukan dirimu
Thursday, June 25, 2009
Kosongkan hati-mu
sejak dahulu kala
hidup sekedar meng-eja keinginan
men-definisikan arah tujuan
men-daftar ambisi
mengejar kehendak
lalu limbung, lunglai dan terluka
Dan....
dari masa silam dirinya
hidup cuma memacu hasrat
mengidentifikasi begitu banyak harapan
berkejaran dalam buih mimpi-mimpi
ditenggelamkan bayang-bayang
diperbudak kegelisahan
dihimpit persoalan
seolah hidup tak berbatas
lantas, diam, terkulai lemas
lumpuh oleh waktu
beku seperti batu
Dan....
sejak belum mengerti dirinya sendiri
hingga seharusnya masa dimana ia mengertinya dirinya
hidup hanya diisi dengan tidur pulas dalam keranda waktu
tertipu oleh batas-batas ruang
mengharap yang tak mungkin
membenci dan menangis sedih, padahal sesungguhnya kebaikan nan Sejati
Mencintai dan bergembira, padahal sesungguhnya hampa nan kepalsuan
Dan...padahal,
hidup, adalah ruang-ruang penemuan
memahami kesejatian...
maka,
kosongkan hati-mu
diam, terpekur, lalu jemputlah sunyi
bertemu dalam persemayaman-Nya.
Cat:
Sunday, June 21, 2009
Kucari Sepi
Hening....
waktu berbilang
lalu, kini dan mendatang
manusia bagai dayang-dayang
mengasuh dunia dalam bayang-bayang
Sunyi...
Ruang berpindah, beranjak pulang
sana, sini, situ dan kerap terjengkang
manusia bagai limbung
mengejar dunia meski terkungkung
Sepi,
saatnya kucari ia, dalam keranda ruang
melintas waktu tak terbilang
menemukan diri yang hilang
tersembunyi dalam kahyangan
Friday, June 19, 2009
"M", Hikmati Segalanya
"M",
tafsir dan tengoklah dunia dengan hatimu
ia mungkin berwarna kelabu
mungkin juga jingga, semburat merah,
atau hijau merona
warna-warni itu memantul dalam bingkai
dan kaca bening nuranimu
"M",
bangunlah sejenak dari rangkaian tidur panjangmu
kereta waktu melaju cepat, hingga melenakanmu
kepungan dunia membuatmu lunglai
kinilah saatnya, membelah dirimu,
temukan rongga-rongga hati
tenggelamkan dirimu dalam kesunyian
Hingga engkau temukan yang sejati itu
"M"
gembirakanlah dirimu
usir kesedihanmu
lemparkan puing-puing kegelisahanmu
ganti airmata dukamu dengan tangis bahagia
kuatkan dan lapangkanlah hatimu, luaskan pandanganmu, adilkan pikiranmu
bukankah segala peristiwa tergantung dari tafsirmu sendiri
maka selalu temukanlah hikmahnya.....
maka engkau akan mencapai-Nya.
Cat: Special for "M".
Menghikmati Luka
Waktu
terbelah dan terbagi dalam batasan kehidupan
manusia terjengkang, bersimbah air-mata
manusia terjerembab, berlumur duka
manusia terpelanting, dihela derita dan dikepung prasangka
manusia terjebak fatamorgana
Manusia menerjang, mencapai bahagia
manusia tegak, menyongsong kegembiraannya
manusia sempurna, tak lekang dihela derita, juga prasangka
manusia dibangunkan kesadarannya...
Silam, betapa Ia,
