Ketika itu,
dingin menyergap
benak sibuk menghitung
hati penuh dengan asa
tubuh ringkih semakin senja
Ketika itu,
sunyi menyelimuti diri
ingatan melayang
hati terbang
jasmani merintih kelelahan
ketika itu,
sepi hadir
akal sehat terjerembab dunia
menampung keluhan, juga kegelisahan
hati menjadi diam tapi terbang
sujud bersemayam di ujung cakrawala-Nya
Di cakrawala, cahaya menebar pesona. Didalam jiwa, tersimpan cahaya jua. Nur, sepenggal kata, bermakna cahaya. Waktu beranjak, sejarah melintas.
Tuesday, February 06, 2007
PERSIMPANGAN
Manusia menghabiskan usia
mengurai cita-cita
mendaftar keinginan
mengurai kehendak
hingga berjuta-juta
tak tertampung diri
dan lupa, bahwa waktu terbatas
Manusia mengeja diri
menuai bayangan
mencapai semu
membangun rumah pasir
tapi, manusia alpa
membawa bekal hidupnya kemudian
Manusia mengejar mimpi
meraih kehendak-kehendak diri
seakan lupa
jika hidup diatur Kehendak-Nya semata
tapi manusia tak tunduk kehendak-Nya
hingga nestapa diterimanya
mengurai cita-cita
mendaftar keinginan
mengurai kehendak
hingga berjuta-juta
tak tertampung diri
dan lupa, bahwa waktu terbatas
Manusia mengeja diri
menuai bayangan
mencapai semu
membangun rumah pasir
tapi, manusia alpa
membawa bekal hidupnya kemudian
Manusia mengejar mimpi
meraih kehendak-kehendak diri
seakan lupa
jika hidup diatur Kehendak-Nya semata
tapi manusia tak tunduk kehendak-Nya
hingga nestapa diterimanya
Subscribe to:
Comments (Atom)
